Skip to main content

Batal pindah ke Jerman karena Corona

Update!

Dengan diperpanjangnya Lockdown Jerman sampai tanggal 15 Juni 2020 dengan kemungkinan akan diperpanjang lagi, batalah kepindahan saya ke Jerman yang direncanakan bulan April kemarin. Seperti yang saya sudah pernah tulis di Blog sebelumnya di sini bagaimana ribetnya dan apa - apa saja yang saya sudah persiapkan untuk mendapatkan Visa Nasional / Visa Kumpul Keluarga sampai akhirnya berhasil mendapatkan Visa tsb. 

Visa Nasional saya akan berakhir di 8 July 2020 sedangkan ketika saya sampai, saya butuh 1-2 bulan lagi untuk mengurus perpanjangan stay di Jerman. Jelas tidak cukup waktu, jika saya memaksakan pergi dengan Visa saya yang kurang dari 1 bulan lagi habis dari tanggal Jerman buka lockdown apalagi ketika sampai saya diharuskan karantina mandiri selama 14 hari, jadilah saya harus memulai dari awal mengurus Visa.

Pertanggal saya menulis blog ini 28/05/2020, Web kedutaan Jerman sudah kembali aktif dan mengumumkan bahwa mereka akan beroperasi kembali pada 23 Juli 2020. Sebelumnya Website kedutaan Jerman sempat stop beroperasi dengan halaman depan menampilkan pesan Alert mengenai Covid19 dan keterangan bahwa kedutaan tutup sementara hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.

Mungkin yang masih bingung apa itu Visa Nasional, well, Visa Nasional bukan "Visa pindah kewarganegaraan" ya, melainkan sebutan Visa untuk opsi stay jangka panjang (90 hari) yang diperuntukan bagi orang- orang yang ingin tinggal di Jerman dengan suami/ isteri yang sedang study di Jerman atau tinggal dengan suami/ isteri WN Jerman.

Kenapa hanya dapat 90 hari ?
- Karena memang Visa jangka panjang yang dikeluarkan oleh kedutaan Jerman di Indonesia bagi non 
   EU adalah 90 hari.

Setelah 90 hari harus pulang ?
- Sebelum 90 hari yang diberikan habis, cepatlah memproses dokumen perpanjangan stay di Jerman
  ke KBRI dan kantor wilayah setempat dimana kalian tinggal di Jerman, prosesnya bisa lama jadi
  cukup memakan waktu jadi lebih baik segera diurus ketika sampai. (Proses ini akan berbeda jika
  kamu seorang pelajar)

Dengan kesimpulan dan berat hati saya harus menerima untuk kembali apply visa dari awal lagi di bulan Juli nanti tetapi ada juga rasa syukur yang terbesit bahwa saya masih bisa merasakan Ramadhan whole month di rumah dan Lebaran bersama orangtua. Tahun ini jelas akan jadi tahun yang tidak pernah kita semua akan lupakan dan sudah pasti akan ada di buku sejarah dunia di masa mendatang. 

Semangat untuk kita semua, semoga semua cepat berakhir dan rencana - rencana baik segera terealisasikan!

*Dokumen - dokumen dan persiapan apply Visa Nasional bisa dilihat ⇒ di sini  ⇐

- Dina

Comments

Popular posts from this blog

Berapa Gaji kerja Part Time di Jerman ?!?

Pengalaman kerja part time di Hamburg, Jerman.  Carinya dimana, gimana... ??  Gajinya berapa... ?? Kerja part time di Jerman dibagi menjadi 2 tipe, "Midi-Job" dan "Mini-job". Perbedaan antara keduanya lumayan besar, untuk "Midi-job" dimana kita hanya diperbolehkan bekerja dengan maksimum 135 jam/ bulan, dengan rentang gaji gross 12 - 18€/ jam, sedangkan "Mini-Job" hanya diperbolehkan bekerja sekitar 70 jam/ bulan dengan gaji maximal 450€/ bulan, tidak kena pajak.  "Mini-Job" ini banyak digunakan Mahasiswa/i untuk mencari uang tambahan, karena Maximal waktu kerja yang pendek jadi tetap bisa fokus kuliah.  Awal Februari 2022 nemu lowongan di group Facebook untuk Part time (Midi-Job) Staff di salah satu Restaurant salad sejenis Salad Stop kalau di Jakarta.  Seperti cari kerja pada umumnya, step awal kirim CV dan tunggu panggilan interview. Setelah 2 minggu, akhirnya dihubungi untuk trial shift.  "Di trial shift ngapain aja?"   We...

tipsy talk; I FLEW MY PARENTS TO EUROPE

*sip my second glass of rosé  Finally! After working in an office job for almost 1 year, i can save and flew my parents to visit me here in Germany. 2 return ticket to Germany and accommodation during our stay in Amsterdam, Berlin & Paris.  Yes... yes.. i am BRAGGING over here. I wanna tell the world that this naive little girl is so proud of herself! Maybe not so little anymore but at least i can achieved something for my precious persons before i turned 30.  I made myself so much promises and dreams since i was a kid but i let them just flew by because i doubt myself too many times...not this time!  I have already enough saving around Dec. 2022 yet too scared to offer my parents. Well i have that money in my bank account but somewhat still doubt myself. Silly!  By the end of January i took so much courage just to asked them to visit me. Went to authorities asking invitation documents, facing Schengen drama, paying agent to help us getting earliest appointm...

Galau sampai akhirnya dilamar WNA

Apa LDR ini worth it ? atau Aku saja yang terlalu naif untuk bertahan... tapi nyatanya hanya buang-buang waktu ?  Apa ini cinta ? atau nafsu, atau cuma pride punya pacar bule ? atau bahkan ini cover/ pelarianku untuk “kabur” dari situasi yang aku hadapi atau malah aku ini mengidap “Yellow Fever” ? Lalu,  Sudah siapkah aku menikah ? Dengan orang asing ?  Bertemu saja jarang, jangankan setiap malam minggu, setiap bulanpun belum tentu bahkan untuk kasus teman-teman lain bertemu saja belum. Kemudian,  Bagaimana cara mendapatkan restu orang tua ? Si Pria saja tidak bisa bicara satu bahasa dengan orangtua.  Terus..  Masalah beda Agama yang selalu menjadi momok dan terlalu megerikan untuk dibahas!  hmmm entahlah, lelah…  Pertanyaan - pertanyaan yang selalu seliweran di otak yang bikin pusing 100 keliling ya,  tapi ini aku bantu jawab. Jawabannya… “Gak ada, kalau kita enggak berusaha untuk menemukan jawaban itu sendiri” ...