Skip to main content

Berapa Gaji kerja Part Time di Jerman ?!?

Pengalaman kerja part time di Hamburg, Jerman. 


Carinya dimana, gimana... ?? Gajinya berapa... ??


Kerja part time di Jerman dibagi menjadi 2 tipe, "Midi-Job" dan "Mini-job". Perbedaan antara keduanya lumayan besar, untuk "Midi-job" dimana kita hanya diperbolehkan bekerja dengan maksimum 135 jam/ bulan, dengan rentang gaji gross 12 - 18€/ jam, sedangkan "Mini-Job" hanya diperbolehkan bekerja sekitar 70 jam/ bulan dengan gaji maximal 450€/ bulan, tidak kena pajak. "Mini-Job" ini banyak digunakan Mahasiswa/i untuk mencari uang tambahan, karena Maximal waktu kerja yang pendek jadi tetap bisa fokus kuliah. 

Awal Februari 2022 nemu lowongan di group Facebook untuk Part time (Midi-Job) Staff di salah satu Restaurant salad sejenis Salad Stop kalau di Jakarta. Seperti cari kerja pada umumnya, step awal kirim CV dan tunggu panggilan interview. Setelah 2 minggu, akhirnya dihubungi untuk trial shift. 



"Di trial shift ngapain aja?" 


Well, karena memang gak ada pengalaman kerja di dunia gastronomi jadinya manut-manut aja, dari mulai cuci sayuran, portioning salad ke dalam bowl, buat salad wrap, rapihin meja-meja,  operating casher machine, dsb. 


Jujur sejujujujurnya... the trial shift was very easy, I passed all tests dan pas manager store bilang "You're in! and you can start next week!" Dalam hati sempet terlintas, "How should I tell my parents about this job?" πŸ˜…


Disini kesenjangan social itu hampir enggak ada, mau kerja apa aja semua sama, bayar pajak dan kelas asuransi kesehatan sama, dan minimum salary sama-sama tinggi. 



"Gimana tanggapan Suami?"


Suami orang Jerman jadi pemikirannya ya gak gimana-gimana, dia cuma bilang, industri gastronomi kerjanya berat, kalau ngerasa sanggup ya jalanin kalau enggak ya gak usah. Dari awal dia kasih kebebasan asal bertanggung jawab dan memang yang ngebet banget pingin kerja ya dari diri sendiri ini. 



"Gak mau apply kerja kantoran?"


Sudah dicoba, rajin kirim CV dari awal pindah ke Jerman bahkan, kalo diliat dari history email ada sekitar 97 lamaran yang sudah terkirim, di LinkedIn bahkan lebih dari 100 "applied" dan dari total lamaran-lamaran itu cuma ada 4 panggilan, 2 diantaranya sampai last step interview tapi berakhir 0.


Faktornya, 80% kerja kantoran di Jerman tentunya membutuhkan level bahasa Jerman yang tinggi/ fluent, pendidikan S1/S2 dari universitas dan jurusan yang sesuai kriteria, sedangkan aku si lulusan S1 Sastra Inggris ini punya pengalaman 5 tahun kerja dibidang Digital Media Marketing... 

Pendidikan dan pengalaman gak nyambung dan pastinya buat HR sini kebingungan πŸ˜†


Meskipun udah 1.5 tahun tinggal di Jerman, tapi bahasa Jerman masih hanya bisa untuk daily surviving belum di level komunikasi secara lancar...

Entah kapan lancarnya, karena in reality yang kurasa memang sesulit itu πŸ˜“


***



"Kerja jadi staff restoran itu ngapain aja?" 


Karena aku punya pengalaman kantoran, jadilah awal-awal diposisikan di bagian warehouse logistik/purchasing, tapi karena bagian logistik hanya dibutuhkan 2 jam/ hari and i want more hour to get more money jadi setelah kira-kira 2 minggu mulai di training as a cashier & kitchen staff juga.


Bagian kitchen ini quite challenging meskipun sudah high equipped, kerjanya "cuma" masukin components salad ke mangkok sesuai urutan resep dan bill order, tapi ketika peak (lunch time), 1 orang bisa serving sampai 45 bowls/ hour...  Yup! we had ±15 menu dan setiap bowl punya 4-12 components didalamnya termasuk high dressing variants, 1 bowl harus ready dalam waktu 1.5 mins. You worked like a robot! πŸ˜₯


Dibulan ke-3 karena sudah sudah cukup menguasai hampir semua bagian di Restaurant, akhirnya ditawari untuk in charge opening the restaurant on Saturdays!

Well, karena 90% customer orang kantoran jadi hari Sabtu pasti sepi, rata-rata hanya sekitar 8-15 customers and they're all mostly tourists! resto juga hanya buka setengah hari. Well, of course, if you’re in charge of the day, they’ll give you an extra €€€!


When I'm opening alone on Saturday!


FYIHari Minggu di Jerman hampir semua business tutup! 

Restaurant & Cafe sebenarnya masih boleh buka tapi diatas jam 12 siang, sedangkan Supermarket, Mall, Toko-toko retail, service shops contohnya salon, bengkel dll. semua tutup.



"Kerjanya pakai bahasa Jerman? katanya belum seberapa bisa.."


Karena mostly customer orang kantoran jadi ngomongnya mix.. ala ala anak Jaksel πŸ˜‚ cuma ya kalo disini jadi English-German gituuu...



"Berapa sih gaji kerja part time dalam sebulan?"


Kerja part time enaknya bisa pilih mau kerja hari apa aja dan berapa lama, biasanya ambil jadwal kerja 4 shift dalam seminggu dengan jangka waktu 5 jam/ shift. Pay rate gross 13€/ hour so kalau dihitung ± 1,000 € gross / bulan. Cukuplah untuk jajan skin care & make up, toh bulanan dari pak suami juga masih jalan terus hehehe... πŸ™ˆ


Kalau ada yang pernah denger atau baca, kerja part time di luar negeri gajinya bisa sampai 30-50 juta.. well, itu benar adanya!

Banyak orang yang punya 2 Part time job sekaligus (atau tambah mini-job), cuma ya pasti cuapek banget πŸ˜“ itungan gajinya sama seperti diatas tinggal dikalikan tambahan jamnya.


***



Di pertengahan bulan ke-4, pengalaman kerja part timeku come to an end alias berakhir. 


Alhamdulillah opportunity untuk kerja full time sesuai dengan pengalaman kerja datang. Yes, i got a job di salah satu Digital Marketing Agency di Hamburg, entah ini CV keberapa, yang mana dan kapan kukirimnya, udah lost count... πŸ˜… tapi kusungguh percaya usaha gerilya dan doa yang kalau diucapkan terus menerus Insyallah di ijabah πŸ˜‡ πŸ™



Update: Hari pertama masuk kerja di kantor (01.08.2022) 


My first-day outfit!



1st task at the Office!


Please wish me the very best in my new endeavor! πŸ’“ 





Comments

Popular posts from this blog

tipsy talk; I FLEW MY PARENTS TO EUROPE

*sip my second glass of rosΓ©  Finally! After working in an office job for almost 1 year, i can save and flew my parents to visit me here in Germany. 2 return ticket to Germany and accommodation during our stay in Amsterdam, Berlin & Paris.  Yes... yes.. i am BRAGGING over here. I wanna tell the world that this naive little girl is so proud of herself! Maybe not so little anymore but at least i can achieved something for my precious persons before i turned 30.  I made myself so much promises and dreams since i was a kid but i let them just flew by because i doubt myself too many times...not this time!  I have already enough saving around Dec. 2022 yet too scared to offer my parents. Well i have that money in my bank account but somewhat still doubt myself. Silly!  By the end of January i took so much courage just to asked them to visit me. Went to authorities asking invitation documents, facing Schengen drama, paying agent to help us getting earliest appointm...

Galau sampai akhirnya dilamar WNA

Apa LDR ini worth it ? atau Aku saja yang terlalu naif untuk bertahan... tapi nyatanya hanya buang-buang waktu ?  Apa ini cinta ? atau nafsu, atau cuma pride punya pacar bule ? atau bahkan ini cover/ pelarianku untuk “kabur” dari situasi yang aku hadapi atau malah aku ini mengidap “Yellow Fever” ? Lalu,  Sudah siapkah aku menikah ? Dengan orang asing ?  Bertemu saja jarang, jangankan setiap malam minggu, setiap bulanpun belum tentu bahkan untuk kasus teman-teman lain bertemu saja belum. Kemudian,  Bagaimana cara mendapatkan restu orang tua ? Si Pria saja tidak bisa bicara satu bahasa dengan orangtua.  Terus..  Masalah beda Agama yang selalu menjadi momok dan terlalu megerikan untuk dibahas!  hmmm entahlah, lelah…  Pertanyaan - pertanyaan yang selalu seliweran di otak yang bikin pusing 100 keliling ya,  tapi ini aku bantu jawab. Jawabannya… “Gak ada, kalau kita enggak berusaha untuk menemukan jawaban itu sendiri” ...