Skip to main content

Winter Depression di Jerman

    Sudah lama sekali saya gak tulis Blog, ada 1 tahun lebih mungkin.. bukan karena malas atau lupa password tapi dari bulan desember '20- Mei '21 saya kena "Winter Depression" alias depresi musim dingin. Depresi yang saya alami cukup membuat saya bingung sampai tidak mengenali system tubuh saya sendiri. πŸ˜“

    Dimulai dari rambut rontok yang lumayan parah, gatal-gatal setiap sore hari, setiap pagi pilek bikin sinus saya bengkak dan merasa hidup tanpa motivasi dan tujuan. Motivasi untuk olahraga hilang, bahkan otak seperti berhenti menerima masukkan. Proses belajar bahasa Jerman jadi terhambat, karena seberapapun saya menghafal vocabulary otak seperti mementalkan semua itu. 

    Di bulan April saya akhirnya ke dokter untuk general check up, akhirnya saya cek jantung, darah dan urin. Setelah menunggu 4 hari hasil pun keluar,  hampir semua baik-baik saja kecuali status Vitamin D saya yang sudah masuk status severe deficiency. Normalnya manusia memiliki 33 - 49 ng/ml level Vitamin D tapi saya cuma punya 9 ng/ml.  

    Saat itu pihak dokter langsung menghubungi saya untuk segera ambil Vitamin D dosis tinggi yang sudah diresepkan. Saya tiba di tempat praktik dan dokter sudah menunggu dan memberi saya resep serta menjelaskan seberapa sering saya harus minum supplement ini.



Harganya 21€
    


    Dosis normal suplement ini hanya diminum 1x / 20 hari, tapi saya diharuskan untuk minum 1x/ 1 hari selama 2 minggu dan setelahnya 2x/ 1 minggu selama beberapa 12 minggu. Sekarang pun saya masih minum Vitamin D ini tapi dengan dosis normal. Dokter bilang, kekurangan Vitamin D yang membuat kekebalan tubuh menurun, itu kenapa saya selalu flu dan sering gatal-gatal karena reaksi kekebalan tubuh yang sebenarnya sedang memberikan signal. Kekurangan Vitamin D juga bisa membuat hormon tidak stabil dan bisa sangat berpengaruh terhadap psikologis seseorang. 

    Setelah minum Vitamin D sesuai resep dokter, di bulan Mei dan Juni saya merasa membaik. Mood lebih terkontrol, Kerontokan rambut berkurang significant, flu dan gatal-gatal pun tiba-tiba aja hilang. Mungkin kalau di Indonesia banyak orang yang bilang saya diguna-guna hehe..😁 Sebenarnya, Dokter juga menawarkan rujukan ke psikolog kalau memang saya mau dan merasa butuh, saya mungkin akan mengiyakan kalau Vitamin D yang diresepkan tidak berdampak. 

    Alhamdulillah semua baik sekarang 😊  Biaya Dokter & Check up semuanya gratis karena sudah termasuk asuransi yang diambil dari Pajak pendapatan Mas Suami.

    Kalau ada yang merasa selalu moody, ngerasa sedih, menstruasi gak teratur, ya pokoknya merasa demotivated please do check, karena apapun itu tetap butuh treatment πŸ‘

Ohiyaaa... Update kehidupan, saya sudah lulus sekolah bahasa Jerman level B1 dengan nilai yang lumayan bagus Uhuyy!! πŸ₯³ 



dan sedang menunggu hasil ujian LiD ( Leben in Deutschland). Kalau nanti lulus LiD, berarti visa saya akan berubah menjadi permanent, saya bisa keluar-masuk, bekerja, atau melanjutkan sekolah di Jerman tanpa perlu pusing apply visa lagi πŸ™ŒπŸ½


- Dina πŸ’š

Comments

Popular posts from this blog

Berapa Gaji kerja Part Time di Jerman ?!?

Pengalaman kerja part time di Hamburg, Jerman.  Carinya dimana, gimana... ??  Gajinya berapa... ?? Kerja part time di Jerman dibagi menjadi 2 tipe, "Midi-Job" dan "Mini-job". Perbedaan antara keduanya lumayan besar, untuk "Midi-job" dimana kita hanya diperbolehkan bekerja dengan maksimum 135 jam/ bulan, dengan rentang gaji gross 12 - 18€/ jam, sedangkan "Mini-Job" hanya diperbolehkan bekerja sekitar 70 jam/ bulan dengan gaji maximal 450€/ bulan, tidak kena pajak.  "Mini-Job" ini banyak digunakan Mahasiswa/i untuk mencari uang tambahan, karena Maximal waktu kerja yang pendek jadi tetap bisa fokus kuliah.  Awal Februari 2022 nemu lowongan di group Facebook untuk Part time (Midi-Job) Staff di salah satu Restaurant salad sejenis Salad Stop kalau di Jakarta.  Seperti cari kerja pada umumnya, step awal kirim CV dan tunggu panggilan interview. Setelah 2 minggu, akhirnya dihubungi untuk trial shift.  "Di trial shift ngapain aja?"   We...

tipsy talk; I FLEW MY PARENTS TO EUROPE

*sip my second glass of rosΓ©  Finally! After working in an office job for almost 1 year, i can save and flew my parents to visit me here in Germany. 2 return ticket to Germany and accommodation during our stay in Amsterdam, Berlin & Paris.  Yes... yes.. i am BRAGGING over here. I wanna tell the world that this naive little girl is so proud of herself! Maybe not so little anymore but at least i can achieved something for my precious persons before i turned 30.  I made myself so much promises and dreams since i was a kid but i let them just flew by because i doubt myself too many times...not this time!  I have already enough saving around Dec. 2022 yet too scared to offer my parents. Well i have that money in my bank account but somewhat still doubt myself. Silly!  By the end of January i took so much courage just to asked them to visit me. Went to authorities asking invitation documents, facing Schengen drama, paying agent to help us getting earliest appointm...

Galau sampai akhirnya dilamar WNA

Apa LDR ini worth it ? atau Aku saja yang terlalu naif untuk bertahan... tapi nyatanya hanya buang-buang waktu ?  Apa ini cinta ? atau nafsu, atau cuma pride punya pacar bule ? atau bahkan ini cover/ pelarianku untuk “kabur” dari situasi yang aku hadapi atau malah aku ini mengidap “Yellow Fever” ? Lalu,  Sudah siapkah aku menikah ? Dengan orang asing ?  Bertemu saja jarang, jangankan setiap malam minggu, setiap bulanpun belum tentu bahkan untuk kasus teman-teman lain bertemu saja belum. Kemudian,  Bagaimana cara mendapatkan restu orang tua ? Si Pria saja tidak bisa bicara satu bahasa dengan orangtua.  Terus..  Masalah beda Agama yang selalu menjadi momok dan terlalu megerikan untuk dibahas!  hmmm entahlah, lelah…  Pertanyaan - pertanyaan yang selalu seliweran di otak yang bikin pusing 100 keliling ya,  tapi ini aku bantu jawab. Jawabannya… “Gak ada, kalau kita enggak berusaha untuk menemukan jawaban itu sendiri” ...