Skip to main content

Living Abroad Thoughts

 


My Thoughts...








This thoughts might be change the much longer i live in abroad.  


- Andhina -

Comments

Popular posts from this blog

Berapa Gaji kerja Part Time di Jerman ?!?

Pengalaman kerja part time di Hamburg, Jerman.  Carinya dimana, gimana... ??  Gajinya berapa... ?? Kerja part time di Jerman dibagi menjadi 2 tipe, "Midi-Job" dan "Mini-job". Perbedaan antara keduanya lumayan besar, untuk "Midi-job" dimana kita hanya diperbolehkan bekerja dengan maksimum 135 jam/ bulan, dengan rentang gaji gross 12 - 18€/ jam, sedangkan "Mini-Job" hanya diperbolehkan bekerja sekitar 70 jam/ bulan dengan gaji maximal 450€/ bulan, tidak kena pajak.  "Mini-Job" ini banyak digunakan Mahasiswa/i untuk mencari uang tambahan, karena Maximal waktu kerja yang pendek jadi tetap bisa fokus kuliah.  Awal Februari 2022 nemu lowongan di group Facebook untuk Part time (Midi-Job) Staff di salah satu Restaurant salad sejenis Salad Stop kalau di Jakarta.  Seperti cari kerja pada umumnya, step awal kirim CV dan tunggu panggilan interview. Setelah 2 minggu, akhirnya dihubungi untuk trial shift.  "Di trial shift ngapain aja?"   We...

tipsy talk; I FLEW MY PARENTS TO EUROPE

*sip my second glass of rosé  Finally! After working in an office job for almost 1 year, i can save and flew my parents to visit me here in Germany. 2 return ticket to Germany and accommodation during our stay in Amsterdam, Berlin & Paris.  Yes... yes.. i am BRAGGING over here. I wanna tell the world that this naive little girl is so proud of herself! Maybe not so little anymore but at least i can achieved something for my precious persons before i turned 30.  I made myself so much promises and dreams since i was a kid but i let them just flew by because i doubt myself too many times...not this time!  I have already enough saving around Dec. 2022 yet too scared to offer my parents. Well i have that money in my bank account but somewhat still doubt myself. Silly!  By the end of January i took so much courage just to asked them to visit me. Went to authorities asking invitation documents, facing Schengen drama, paying agent to help us getting earliest appointm...

Galau sampai akhirnya dilamar WNA

Apa LDR ini worth it ? atau Aku saja yang terlalu naif untuk bertahan... tapi nyatanya hanya buang-buang waktu ?  Apa ini cinta ? atau nafsu, atau cuma pride punya pacar bule ? atau bahkan ini cover/ pelarianku untuk “kabur” dari situasi yang aku hadapi atau malah aku ini mengidap “Yellow Fever” ? Lalu,  Sudah siapkah aku menikah ? Dengan orang asing ?  Bertemu saja jarang, jangankan setiap malam minggu, setiap bulanpun belum tentu bahkan untuk kasus teman-teman lain bertemu saja belum. Kemudian,  Bagaimana cara mendapatkan restu orang tua ? Si Pria saja tidak bisa bicara satu bahasa dengan orangtua.  Terus..  Masalah beda Agama yang selalu menjadi momok dan terlalu megerikan untuk dibahas!  hmmm entahlah, lelah…  Pertanyaan - pertanyaan yang selalu seliweran di otak yang bikin pusing 100 keliling ya,  tapi ini aku bantu jawab. Jawabannya… “Gak ada, kalau kita enggak berusaha untuk menemukan jawaban itu sendiri” ...